Processing...
Kegiatan Sosial | DKI Jakarta

Selamatkan Masa Depan Anak Cilincing

Project Creator:
HOME-House Of Mercy

Rp. 760.881

Rp. 60.000.000

Target

1.27%

Tercapai

Project Selesai

5

Donatur

*”This is us… this is HOME. We are HOME… we are family!”*

@METRO TV :

http://m.metrotvnews.com/video/metro-plus/3NOErQ3k-merajut-mimpi-di-rumah-harapan-1

http://m.metrotvnews.com/video/metro-plus/lKYX7gJk-merajut-mimpi-di-rumah-harapan-2

https://m.youtube.com/watch?feature=share&v=hLD7DD__je4

https://youtu.be/31nuaCSybZY

https://youtu.be/dslomzONs3M

(mohon berkenan mengenakan earphone, terima kasih) 

http://www.femina.co.id/True-Story/yudith-arwendha-arselan-mengabdikan-diri-di-kawasan-kumuh-menghadirkan-senyum-di-wajah-anak-anak

HOME @Berita Satu TV

https://youtu.be/wFnwFBP6fV0

http://tinyurl.com/HomeHouseofMercyProfile

Beberapa foto HOME :

http://goo.gl/tJQ8QK

HOME atau House of Mercy adalah rumah sosial dan keluarga kedua bagi anak-anak Cilincing.

HOME memiliki base atau rumah yang berlokasi di Cilincing, ujung Tanjung Priok untuk tempat tinggal tim fulltimer HOME dan beberapa anak Cilincing yang memang sudah tinggal bersama kami. Selain sebagai tempat tinggal, HOME juga menjadi rumah pelayanan khususnya tempat untuk kelas-kelas les anak-anak Cilincing.

*Visi kami adalah “Menjadi rumah dan keluarga yang melahirkan generasi beriman, berkarakter dan cerdas.” Dengan 4K yaitu “Kasih, Komitmen, Kekeluargaan dan Karakter” sebagai nilai-nilai yang kami tanamkan dalam HOME.*

HOME membuka kelas-kelas les gratis dari tingkat PAUD sampai SMA, setiap hari Senin sampai Jumat, pagi sampai malam.

HOME hanya memiliki 6 pengurus inti. 4 fulltimer, 3 diantaranya tinggal di base HOME dan 2 lagi partimer yg masih bekerja kantor.

Saat ini, HOME memiliki 450 anak didik. Setiap hari secara bergantian mereka datang untuk les di HOME, menurut jadwal-jadwal yg sudah kami buat. Diluar jam les, atau saat jam les, anak-anak kami tiap hari datang ke home. Ada yang belajar, main, kumpul, masak, makan, mandi, apapun bebas mereka lakukan, karena HOME adalah keluarga dan rumah mereka kedua juga, yang tentu ada aturan-aturan tegas HOME yang sekaligus bertujuan untuk mengajarkan mereka kedisiplinan.

Awalnya HOME fokus di bidang pendidikan. Dulu anak-anak kami banyak yamg putus sekolah, masalahnya bukan karena biaya sekolah saja, tapi untuk beli kaos kaki saja mereka tidak bisa dan banyak keluarga anak-anak kami yang tidak memiliki Kartu Keluarga atau Akte Keluarga, dan kami bantu proses pembuatannya.

Seiring dengan waktu, HOME juga berkembang melayani bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Cilincing.

Tidak sedikit warga Cilincing yang datang ke kami mohon bantuan.

Kami pernah menemukan anak-anak kami kelaparan, bahkan datang ke HOME hanya minta satu bungkus mie instan dan satu telor saja atau seorang anak datang mengatakan “bunda, saya lapar…”

Belum lagi, ada rumah mereka yang ambruk ke sungai/kali atau rumah mereka roboh atau bantu anak-anak kami untuk bisa berobat ke dokter di RS RS, kami mendengar keluh kesah mereka dan berusaha memberi solusi dan banyak hal lainnya yang kami layani dan lakukan.

*Kami juga tidak hanya sekedar melakukan pelayanan-pelayanan seperti layaknya dilakukan pada umumnya di Cilincing, khususnya kepada anak-anak kami, tapi kami sungguh-sungguh sudah menjadi satu keluarga. Real family.

Yudith, Pembina HOME adalah bunda buat anak-anak HOME dan Ketua HOME, David, beserta tim Eva Ervana, Duma, Gio, Lisa dan beberapa volunteer adalah kakak-kakak mereka.*

Tidak jarang anak-anak kami curhat ke kami banyak hal, nyaris setiap hari dan bisa sampai subuh.

Ketika kami sering melihat di TV bagaimana anak-anak mengalami bully atau pelecehan seksual dari ayah atau pamannya, hal itu pun terjadi juga dengan anak-anak kami. Ketika mereka curhat, saya atau tim, shock dan tidak tahu harus buat apa, background saya dan tim bukan psikologi atau hamba-hamba Tuhan hebat atau orang-orang ahli, kami hanya orang-orang sangat biasa yang bekerja di kantor dan Tuhan panggil untuk melayani di Cilincing, fulltime. Seringkali kami hanya bisa doa atau ajak doa bersama anak kami dan peluk mereka, menangis bersama mereka. Namun tentu seringkali juga kami mohon bantuan sahabat-sahabat HOME untuk bantuan solusi.

Anak-anak kami sebagian besar tidak pernah merasakan pelukan orangtuanya atau keluarganya. Pertama kali kami peluk mereka, mereka bingung dan tegang.

Ada lagi cerita, anak kami yang masih SD sudah diajar “membunuh” oleh orangtuanya atau anak kami SMP sudah menjadi PSK.

Tak jarang anak-anak perempuan kami yang masih remaja lari menangis histeris ke bunda Yudith karena mau dinikahkan sama seorang pria tua. Banyak hal yang kami lalui bersama as family, sekecil apapun, seperti mandikan anak-anak kecil kami atau guntingkan kuku mereka. Anak-anak sering kumpul dengan kami dan menginap di rumah HOME.

Anak-anak kami tidak tahu Mall dan pertama kali mereka bisa merasakan Mall saat kami memiliki berkat untuk bisa ajak mereka.

Mungkin masyarakat Jakarta tahu, Tanjung Priok dan Cilincing adalah daerah yang sangat keras, rawan, kriminal dan penuh dengan narkoba maupun pelacuran. *Di HOME bisa di bilang punya “regulasi” berbeda, di HOME tidak memprioritaskan atau “memaksakan” anak-anak kami untuk juara 1 atau 10 besar di kelas, hal tersebut kami anggap sebagai bonus, sehingga memang tidak banyak anak-anak kami yang berprestasi akademik*

*Seperti wawancara kami di Metro TV (link terlampir diatas) bagi kami anak-anak kami bisa berhenti narkoba atau merokok, bisa memberi salam, bisa menghormati orang-orang tua, saling menghargai, sudah bisa mengucapkan terima kasih atau minta maaf atau menunjukkan perubahan karakter yang benar, itu prestasi buat kami.*

Anak-anak kami sebagian besar tidak di didik dengan baik dan benar oleh orangtuanya, oleh karena itu *HOME lebih menekankan dan fokus pada keimanan pada Tuhan dan pendidikan karakter.*

Kami, tim, masih terus belajar, begitu pula anak-anak kami yang masih terus berproses. Sangat tidak mudah mengubah, memulihkan situasi kondisi yang begitu keras dari lingkungan kumuh dan nyaris tidak terbina benar budi pekertinya.

HOME butuh sahabat. *”We can’t do this alone. Let us not love with words or speech but with actions and in truth. Let’s spread LOVE together.*

Love and Pray,

HOME

Disclaimer: Informasi yang tertulis di halaman ini adalah milik project creator dan tidak mewakili IndoGiving
Wed, 21 Nov 2018 13:55:32

Merajut Masa Depan Anak Cilincing

*”This is us… this is HOME. We are HOME… we are family!”*

@METRO TV :

http://m.metrotvnews.com/video/metro-plus/3NOErQ3k-merajut-mimpi-di-rumah-harapan-1

http://m.metrotvnews.com/video/metro-plus/lKYX7gJk-merajut-mimpi-di-rumah-harapan-2

https://m.youtube.com/watch?feature=share&v=hLD7DD__je4

https://youtu.be/31nuaCSybZY

https://youtu.be/dslomzONs3M

(mohon berkenan mengenakan earphone, terima kasih) 

http://www.femina.co.id/True-Story/yudith-arwendha-arselan-mengabdikan-diri-di-kawasan-kumuh-menghadirkan-senyum-di-wajah-anak-anak

HOME @Berita Satu TV

https://youtu.be/wFnwFBP6fV0

http://tinyurl.com/HomeHouseofMercyProfile

Beberapa foto HOME :

http://goo.gl/tJQ8QK

HOME atau House of Mercy adalah rumah sosial dan keluarga kedua bagi anak-anak Cilincing.

HOME memiliki base atau rumah yang berlokasi di Cilincing, ujung Tanjung Priok untuk tempat tinggal tim fulltimer HOME dan beberapa anak Cilincing yang memang sudah tinggal bersama kami. Selain sebagai tempat tinggal, HOME juga menjadi rumah pelayanan khususnya tempat untuk kelas-kelas les anak-anak Cilincing.

*Visi kami adalah “Menjadi rumah dan keluarga yang melahirkan generasi beriman, berkarakter dan cerdas.” Dengan 4K yaitu “Kasih, Komitmen, Kekeluargaan dan Karakter” sebagai nilai-nilai yang kami tanamkan dalam HOME.*

HOME membuka kelas-kelas les gratis dari tingkat PAUD sampai SMA, setiap hari Senin sampai Jumat, pagi sampai malam.

HOME hanya memiliki 6 pengurus inti. 4 fulltimer, 3 diantaranya tinggal di base HOME dan 2 lagi partimer yg masih bekerja kantor.

Saat ini, HOME memiliki 450 anak didik. Setiap hari secara bergantian mereka datang untuk les di HOME, menurut jadwal-jadwal yg sudah kami buat. Diluar jam les, atau saat jam les, anak-anak kami tiap hari datang ke home. Ada yang belajar, main, kumpul, masak, makan, mandi, apapun bebas mereka lakukan, karena HOME adalah keluarga dan rumah mereka kedua juga, yang tentu ada aturan-aturan tegas HOME yang sekaligus bertujuan untuk mengajarkan mereka kedisiplinan.

Awalnya HOME fokus di bidang pendidikan. Dulu anak-anak kami banyak yamg putus sekolah, masalahnya bukan karena biaya sekolah saja, tapi untuk beli kaos kaki saja mereka tidak bisa dan banyak keluarga anak-anak kami yang tidak memiliki Kartu Keluarga atau Akte Keluarga, dan kami bantu proses pembuatannya.

Seiring dengan waktu, HOME juga berkembang melayani bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Cilincing.

Tidak sedikit warga Cilincing yang datang ke kami mohon bantuan.

Kami pernah menemukan anak-anak kami kelaparan, bahkan datang ke HOME hanya minta satu bungkus mie instan dan satu telor saja atau seorang anak datang mengatakan “bunda, saya lapar…”

Belum lagi, ada rumah mereka yang ambruk ke sungai/kali atau rumah mereka roboh atau bantu anak-anak kami untuk bisa berobat ke dokter di RS RS, kami mendengar keluh kesah mereka dan berusaha memberi solusi dan banyak hal lainnya yang kami layani dan lakukan.

*Kami juga tidak hanya sekedar melakukan pelayanan-pelayanan seperti layaknya dilakukan pada umumnya di Cilincing, khususnya kepada anak-anak kami, tapi kami sungguh-sungguh sudah menjadi satu keluarga. Real family.

Yudith, Pembina HOME adalah bunda buat anak-anak HOME dan Ketua HOME, David, beserta tim Eva Ervana, Duma, Gio, Lisa dan beberapa volunteer adalah kakak-kakak mereka.*

Tidak jarang anak-anak kami curhat ke kami banyak hal, nyaris setiap hari dan bisa sampai subuh.

Ketika kami sering melihat di TV bagaimana anak-anak mengalami bully atau pelecehan seksual dari ayah atau pamannya, hal itu pun terjadi juga dengan anak-anak kami. Ketika mereka curhat, saya atau tim, shock dan tidak tahu harus buat apa, background saya dan tim bukan psikologi atau hamba-hamba Tuhan hebat atau orang-orang ahli, kami hanya orang-orang sangat biasa yang bekerja di kantor dan Tuhan panggil untuk melayani di Cilincing, fulltime. Seringkali kami hanya bisa doa atau ajak doa bersama anak kami dan peluk mereka, menangis bersama mereka. Namun tentu seringkali juga kami mohon bantuan sahabat-sahabat HOME untuk bantuan solusi.

Anak-anak kami sebagian besar tidak pernah merasakan pelukan orangtuanya atau keluarganya. Pertama kali kami peluk mereka, mereka bingung dan tegang.

Ada lagi cerita, anak kami yang masih SD sudah diajar “membunuh” oleh orangtuanya atau anak kami SMP sudah menjadi PSK.

Tak jarang anak-anak perempuan kami yang masih remaja lari menangis histeris ke bunda Yudith karena mau dinikahkan sama seorang pria tua. Banyak hal yang kami lalui bersama as family, sekecil apapun, seperti mandikan anak-anak kecil kami atau guntingkan kuku mereka. Anak-anak sering kumpul dengan kami dan menginap di rumah HOME.

Anak-anak kami tidak tahu Mall dan pertama kali mereka bisa merasakan Mall saat kami memiliki berkat untuk bisa ajak mereka.

Mungkin masyarakat Jakarta tahu, Tanjung Priok dan Cilincing adalah daerah yang sangat keras, rawan, kriminal dan penuh dengan narkoba maupun pelacuran. *Di HOME bisa di bilang punya “regulasi” berbeda, di HOME tidak memprioritaskan atau “memaksakan” anak-anak kami untuk juara 1 atau 10 besar di kelas, hal tersebut kami anggap sebagai bonus, sehingga memang tidak banyak anak-anak kami yang berprestasi akademik*

*Seperti wawancara kami di Metro TV (link terlampir diatas) bagi kami anak-anak kami bisa berhenti narkoba atau merokok, bisa memberi salam, bisa menghormati orang-orang tua, saling menghargai, sudah bisa mengucapkan terima kasih atau minta maaf atau menunjukkan perubahan karakter yang benar, itu prestasi buat kami.*

Anak-anak kami sebagian besar tidak di didik dengan baik dan benar oleh orangtuanya, oleh karena itu *HOME lebih menekankan dan fokus pada keimanan pada Tuhan dan pendidikan karakter.*

Kami, tim, masih terus belajar, begitu pula anak-anak kami yang masih terus berproses. Sangat tidak mudah mengubah, memulihkan situasi kondisi yang begitu keras dari lingkungan kumuh dan nyaris tidak terbina benar budi pekertinya.

HOME butuh sahabat. *”We can’t do this alone. Let us not love with words or speech but with actions and in truth. Let’s spread LOVE together.*

Love and Pray,

HOME


Jika Anda mengenal pemilik project ini dan mengetahui kebenaran dari project ini, Anda dapat memberikan dukungan untuk membantu pemilik project meningkatkan kepercayaan sehingga dapat dengan segera mencapai target projectnya.
  • Silahkan klik tombol dibawah ini untuk mengisi kolom pendukung.

    Masuk

Penerima Donasi :


Nama:

HOME (House Of Mercy) Cilincing-Jakarta

No. HP:

0812-8277-1630

Alamat:

Jl. Bakti I no. 50 rt.011/rw.006 Kel.Cilincing, Kec. Cilincing. Jakarta Utara




5 Giver Urutkan:

Berdasarkan pemberian terakhir diberikan oleh donatur
Berdasarkan pemberian terbesar yang diberikan oleh donatur

  • Rp. 50.000

    Anonim
    10 Mar 2019,19:21:01
    "Anak adalah masa depan bangsa"

  • Rp. 500.757

    Anonim
    29 Sep 2018,12:19:41

  • Rp. 100.124

    Anonim
    05 Sep 2018,15:31:19

  • Rp. 10.000

    Anonim
    05 Sep 2018,13:48:34

  • Rp. 100.000

    Anonim
    05 Sep 2018,12:17:03
    "Untuk Masa Depan Anak Cilincing"


Beritahukan project ini ke teman/rekan/sanak saudara agar juga bisa memberi. Terima Kasih!
Terverifikasi :
Project ini telah melewati proses verifikasi IndoGiving.
Kunjungan Lokasi :
Project Creator telah mengunjungi lokasi dan memiliki orang yang dapat dihubungi di lokasi tersebut.
Kunjungan Staff :
Team IndoGiving telah mengunjungi lokasi project ini.
Terhubung :
Penggalangan dana ini terhubung dengan yayasan (XXXXXX)
BCA
Bayar di ATM BCA atau internet banking
Mandiri
Bayar di ATM Mandiri atau internet banking
BNI
Bayar di ATM BNI atau internet banking
Permata
Bayar di ATM Permata atau internet banking
Bank lainnya
Bayar di jaringan ATM bank lain